6 Mahasiswa Universitas Mulia Terima Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI

UM – Enam orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Fakultas Humaniora dan Kesehatan menerima Surat Pencatatan Ciptaan tahun 2022 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Surat diterima Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M, Selasa (29/11).

Mada mengatakan bahwa dirinya mendorong baik dosen maupun mahasiswa untuk mendaftarkan hak cipta atas berbagai ciptaan baik produk riset maupun inovasi yang telah dihasilkan.

“Target utama FHK adalah untuk meningkatkan motivasi berkarya dosen dan mahasiswa guna membekali pengakuan kemampuannya melalui sertifikasi yang salah satunya sertifikasi HAKI,” tutur Mada kepada media ini.

Atas perolehan Surat Pencatatan Ciptaan enam orang mahasiswa tersebut, Mada bersyukur dan terus berupaya meningkatkan seluruh program studi di bawah naungan FHK untuk terus berkarya.

Dirinya memberikan apresiasi kepada Program Studi PG AUD yang telah berperan aktif memacu pertumbuhan kreativitas dan kekayaan intelektual dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Prodi PG AUD Drs. Suprijadi, M.Pd mengatakan dirinya sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa dan dosennya.

“Siapa dulu dong Bapaknya,” tutur Suprijadi seraya tersenyum senang.

Ia mengatakan, enam orang mahasiswa itu antara lain atas nama Angelia Sobono, Grace Charity Tehilla Harjanto dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Suara atau Bunyi dengan Judul Lagu Anak Aku.

Azizach Zachrach dan Sri Wahyuni dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Microteaching Menghafal Doa Turun Hujan. Amanda Elvira dan Sri Wahyuni dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Belajar Menghargai.

Salis Andriani dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Puisi “Semangat Belajar”. Na’imah dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Puisi “Rumahku”.

Dan Grace Charity Tehilla Harjanto dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Suara atau Bunyi dengan Judul Lagu Anak “Tubuhku”.

Menurut Suprijadi, untuk saat ini, biaya yang dibutuhkan dalam pencatatan ciptaan mendapatkan seleksi dan dukungan Prodi PG AUD.

“Untuk permohonan pencatatan ciptaan ini diajukan lewat Bu Ella di Prodi PG AUD” ungkapnya.

“Kami berharap, ke depan akan lahir talenta-talenta baru, baik sebagai komponis lagu anak-anak maupun sutradara film video untuk anak,” pungkas Suprijadi.

(SA/Puskomjar)


admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *